Pergelaran Opera Jagad

Posted by Labels: pada

Oleh: Dwi Restanti
Kehidupan ini tak ubahnya seperti pergelaran opera jagad. Ada kesedihan, luka, jatuh bangun, sekaligus nyanyian penawarnya.
Demikianlah sekilas sambutan yang disampaikan Heru Sang Amurwabumi dalam buku karya Briantono M. Raharjo dengan judul Kelelahan yang Kita Rindukan.

Memang tak salah apa yang Heru tulis, tujuh belas cerita pendek dalam buku ini membawa pembaca seperti berkaca pada realita sekitar. Brian, begitu penulis disapa, adalah sosok yang terkenal dengan kritik sosialnya. Kepedulian akan lingkungan sekitar dan isu sosial kental terasa dalam buku solo perdananya kali ini. Lugas dan rasional, mengangkat permasalahan yang banyak dijumpai tapi sering luput dari kacamata kita.

Seperti cerita berjudul Pukul 00.00 Tahun 2001 yang Brian tulis sebagai cerpen pembuka, kisah seorang bocah umur 12 tahun pecandu playstation. Siapa sangka di balik sifatnya yang cuek ternyata memiliki ketertarikan pada dunia kedokteran. Demi melindungi sang tante, seorang dokter yang sedang melanjutkan pendidikan spesialis, Bastam melakukan aksi heroik saat misi penyelamatan berkas tesis di tengah kobaran api yang melalap kediaman mereka. Cerpen pembuka ini membuat pembaca menjadi gemas sekaligus geleng-geleng kepala di akhir cerita. Brian mampu menghadirkan hentakan dalam pikiran pembaca bahwa tak butuh alasan rumit bagi seorang bocah melakukan hal-hal di luar nalar manusia dewasa.

Ada pula kisah penyamaran seorang gadis ketika mencari jejak saudara lelakinya yang hilang secara misterius. Perjuangan panjang penuh pengorbanan dan berakhir dramatis. Sebuah cerita berlatar intrik jabatan dengan sudut pandang berbeda.

Waduh, gila juga. Aku jadi ingin resign juga kalau harus naik karir caranya seperti itu. (halaman 299)

Buku ini ditutup dengan kisah sekawanan satwa yang hidup dalam sebuah suaka. Pertemuan beberapa jenis hewan dari berbagai penjuru dunia hingga menemui ajal mereka. Sebuah ironi kehidupan dihadirkan Brian sebagai perenungan yang mampu membuat pembaca menarik napas panjang.

Mengalir dengan bahasa sederhana tapi penuh makna. Tahap-tahap penggambaran rutinitas sehari-hari yang penuh masalah, gejolak batin, hingga mencapai batas kelelahan, klimaks, kemudian menemukan penawarnya. Brian seakan ingin membawa kita sejenak berhenti dari rutinitas kemudian menengok sekeliling kemudian tanpa sadar berkata, “Benar, ini adalah kelelahan yang suatu saat nanti akan kita rindukan.”

Judul : Kelelahan yang Kita Rindukan
Penulis : Briantono M. Raharjo
ISBN : 978-623-78072-4-7
Penerbit : Caraka Publishing
Tebal : 314 halaman


Dwi Restanti, anggota ODOP Batch 7 asal Nganjuk, Jawa Timur. Seorang kontibutor pada sebuah harian berita nasional serta pemilik blog makemak.my.id.

1 komentar:

  1. jujur, saya mulai merasa bangga punya teman-teman yang tekun membaca hasil eksperimen saya di "Bukit Penelan Gema". Jadi gak sabar untuk bereksperimen lagi

    BalasHapus

Back to Top