BLANTERORBITv102

    Menang Pertama Kali, Kang Ugi Menceritakan Perjuangan Inspiratifnya

    Minggu, 28 Mei 2023
    "Bangun! Bangun! Bangun!" seru Kang Ugi.

    Setidaknya itulah seruan dari sosok uang berhasil memenangkan kompetisi. Beliau adalah Sugianto, anggota ODOP 9 yang telah lama menggeluti blog.

    Belajar dan berusaha sudah menjadi kewajiban yang tidak boleh ada garis akhirnya. Dengan mencoba berbagai kesempatan yang ada, pantang menyerah. Sebab, bukankah kita tidak pernah tahu kesempatan mana yang akan mempertemukanmu dengan keberhasilan pertama?

    anugerah pewarta astra 2022

     
    Gagal bukan lagi hal yang mesti ditakuti karena itu sudah merupakan bagian dari proses. Jika belum mencoba, tetapi sudah takut gagal? Bagaimana teman-teman dapat belajar? Pada kenyataannya, keberhasilan tidak pernah lepas dari kegagalan.

    Kalau kata Kang Ugi, gagal berarti belum waktunya. Akan ada waktunya bagi teman-teman untuk berhasil. Itu akan terjadi ketika kita tidak berhenti belajar dan mencoba. Sambil berusaha sambil bersabar, selama kita menghargai proses, waktu keberhasilan akan datang bagai angin segar.

    Perjuangan Sugianto, Menjadi Pemenang Ke-3 pada Ajang Anugerah Pewarta Astra

    Kala itu berbagai ajang kompetisi saling bersahutan memberi pacuan semangat dan motivasi bagi para bloger. Dengan hadirnya ajang kompetisi blog sebagai bentuk menghargai kreativitas para penulis yang menggeluti blog. Belum lagi dengan berbagai hadiah yang dijanjikan begitu fantastis, tidak main-main.

    Mari beri apresiasi terhadap para penyelenggara kompetisi yang berhasil mengobarkan api semangat para bloger untuk berjuang dan bersaing. Ya, di balik kompetisi akan selalu ada perjuangan dan persaingan satu sama lain. Begitu pula yang dijalankan oleh Sugianto — Kang Ugi.

    Kang Ugi adalah salah satu bloger yang berusaha menorehkan prestasi dalam dunia blog. Mulai serius dan mendalami blog sejak 2020 dengan mengikuti berbagai kelas blog demi mengembangkan diri. Usaha yang tidak pernah berhenti untuk belajar, menjadikan sosok inspiratif tersebut pantang menyerah dalam menjejaki satu kompetisi ke kompetisi lainnya. 

    Sampai akhirnya, masih dengan api semangat yang sama, Kang Ugi mencoba seperti kompetisi-kompetisi yang sudah biasa diikuti sebelumnya. Salah satu ajang kompetisi bergengsi kembali menarik perhatian lelaki tersebut untuk dicoba peruntungannya. Anugerah Pewarta Astra (APA), salah satu kompetisi tahunan yang diadakan oleh Astra.

    "Pertama karena enggak pernah ikutan lomba ini. Kedua, pengen ikut, karena pengen tahu seperti apa menulis sebagai pewarta sesuai judulnya Anugerah Pewarta Astra. Kan beda nih, dengan lomba blog pada umumnya, khususnya tulisannya feature," tutur Kang Ugi ketika ditanya mengapa memilih untuk mengikuti kompetisi tersebut. 

    penghargaan anugerah pewarta astra 2022


    Secara spesifik, kemudian beliau mengatakan hal yang membedakan kompetisi APA dengan yang lainnya adalah penyelenggaraannya dan apa yang ditulis terkait membagikan kisah inspiratif dari penerima Apresiasi Satu Indonesia Award.

    Bagi Kang Ugi menuliskan artikel feature sosok inspiratif adalah tantangan tersendiri. Apalagi riset dimaksimalkan melalui segala bentuk media sosial. Namun, sekali lagi perlu diingat Kang Ugi adalah pembelajar tekun dan tidak kenal menyerah. Keseriusannya dalam mengikuti kompetisi APA tatkala beliau harus betul-betul mendalami. 

    Dimulai dari melakukan riset mengangkat tema yang paling rumit karena penerima Apresiasi Satu Indonesia Award sudah memiliki kualitas yang bagus-bagus. 

    Kang Ugi juga menambahkan, "Kalaupun sudah dapat masih ribet, apa yang mau diangkat kira-kira. Aku pun riset, apa yang sudah biasa diangkat saat orang nyari Kampung Lali Gadget. Semua sama. Tentang aktivitas dolanan, dll. Makanya saya mencari juga kontribusi KLG saat Covid untuk negeri itu seperti apa?"


    Tantangan telah dimulai karena semua peserta harus mengusung tema yang sama dan mengorek para penerima apresiasi untuk diangkat sebagai artikel. Dalam proses riset yang rumit, Kang Ugi membutuhkan kejelian untuk bagaimana artikel yang beliau angka bisa menjadi pembeda dengan artikel-artikel kompetitornya. 

    Setelah melakukan pendalaman riset, akhirnya Peran KLG saat Cogid-19 menjadi sudut pandang sekaligus tema yang diusung sebagai topik dalam artikelnya. Kang Ugi membeberkan alasan karena topik tersebut amat dekat dengan tema umum dari APA sendiri yaitu 'Bangkit Bersama untuk Indonesia'. 

    Beliau mengartikan bangkit bukan hanya tentang ekonomi, melainkan bagaimana bersama untuk saling menguatkan. Indonesia menjadi salah satu negara yang juga harus berjuang melawan pandemi dunia. Hal inilah mendasari Kang Ugi me-relate-kan pandemi dengan kata 'Bangkit' dalam tulisan yang dikompetisikan berjudul 'Kampung Gadget Lali Bukti Kegigihan Irfandi Kurangi Dampak Gadget'.


    Perlu disorot betapa jeli dan pikirannya begitu luas dalam menentukan topik yang berbeda. Yakni, dalam paragraf awal artikel tersebut Kang Ugi meresahkan terkait dampak gawai yang masih kurang perhatian masyarakat terutama orangtua. Era digital saat ini seakan-akan memaksa untuk memiliki gawai, hampir segala aktivitas dan kegiatan berlangsung secara daring. 

    Pada akhirnya, kita lupa untuk memikirkan dampaknya, bahkan bagi para anak. Berangkat dari keresahan itulah yang membuatnya memilih profil Irfandi Achmad (penerima Apresiasi Satu Indonesia Award) yang membangun Kampung Lali Gadget berjalan lurus dengan pandangan Kang Ugi terhadap gadget yang makin marak. Menurutnya, yang dilakukan Irfandi Achmad ini menarik, mainan tradisional dan gadget, apalagi membangun kampung yang tidak mudah. Kang Ugi juga merasa prihatin dengan masyarakat saat ini sulit diajak maju.

    "Quote-nya menarik, itulah yang disampaikan pemilik. Dan aku sreg ini akan membuat orang bertanya. Terus gimana dong dgn teknologi dan dampaknya?" ujar Kang Ugi mengungkapkan keresahannya.

    Kang Ugi menceritakan pula proses menarik sekaligus menantang selama melakukan riset. Seperti teman-teman ketahui, riset adalah pengalaman paling menguras otak, tetapi akan selalu ada hal baru untuk dipelajari. Hal tersebut juga dirasakan oleh Kang Ugi. Di kala beliau harus menuliskan artikel feature yang belum dikuasainya. Oleh karena itu, beliau mulai mempelajari teknis dan cara membuat artikel feature. Hal menarik lainnya yang juga bisa dijadikan tips andalan menang lomba adalah beliau kembali melakukan recall dari webinar-webinar para bloger senior yang telah memenangkan kompetisi blog. 

    Menerapkan pelajaran dari ilmu yang digali sampai dalam. Salah satu proses menarik yang mencuri perhatian adalah ketika Kang Ugi mencoba merealisasikan visualisasi ke dalam cerita hidup dalam sebuah artikel feature tersebut. Yang mana beliau menjadikan objek gambar diimajinasikan dan dirangkai dalam kalimat-kalimat utuh.

    Kang Ugi berkata, "Hal menariknya nih, saya mencoba riset gambar juga. Terus nyoba imaginasikan. Kalau aktivitas di gambar dijadikan tulisan hidup gimana ya? Itu pertanyaan dan PR besar saya. Melibatkan unsur bukan hanya anak, tai di foto itu juga ada alam misal"

    Mengolah data pendukung artikel jadi salah satu tantangan dalam meramu artikel. Namun, Kang Ugi tidak memiliki kendala selama melakukan pengolahan data. Sebab, data-data yang dibutuhkan telah tersaji dari situs terpercaya. Akan tetapi, beliau juga memberi disclaimer walaupun data telah tersaji, tetap harus hati-hati jangan sampai salah interpretasi. 

    Validasi data juga harus diperhatikan. Jika ada data ter-update itu bagus, setidaknya maksimal 5 tahun terakhir. Misal, data KPAI terkait gadget. Data berhubungan dengan waktu karena kita menceritakan profil sosok inspiratil.

    Dengan perjuangan Kang Ugi tersebut, beliau berhasil menjadi juara 3 kategori umum dalam ajang Anugerah Pewarta Astra 2022. Beliau mengatakan, antara percaya tidak percaya bisa memenangkan kompetisi tersebut karena memang saingannya yang banyak sekali. For yout information, dilansir dari CNN Indonesia, total peserta kompetisi APA ini sebanyak 3.97 peserta lomba. Dan pemenang diambil dari 9.987 foto dan 1.008 submit artikel dari Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra kategori wartawan dan umum. 

    Bukankah ini sebuah prestasi yang membangakan?

    Saat melakukan submit artikel, Kang Ugi selalu mengingat apa yang dikatakan oleh para senior dan coach termasuk dari Mbak Jihan Mawaddah, menyerahkan hasil kepada Tuhan dan lupakan. Bahkan, beliau sampai-sampai sudah lupa kalau mengikuti kompetisi APA dan baru sadar setelah ramai kembali. 

    Kang Ugi berkata, "Jujur belum pada tahap wah nanti dapat hadiah lumayan nih ada motor dll. Di beberapa ikut blog awalnya begitu. Wah lumayan hadiahnya. Setelah itu kalau enggak dapat kan ada rasa gimana gitu ya. Tapi kemudian saya mencoba berpikir, lomba kan sama dengan menulis lainnya. Semua sudah ada rezekinya."

    Juga ingat betul apa kata senior blogger yg biasa juara lomba, "setiap lomba menjadi proses mengukur diri dan mengembangkan diri."
     
    sosok sugianto dalam APA 2022
     

    Sosok Kang Ugi, Tidak Pernah Berhenti Belajar untuk Mempertahankan Prestasi


    Perjuangan memang tidak akan pernah mudah untuk dilalui. Namun, jika teman-teman punya keyakinan dan kemauan untuk berusaha dan belajar maka perjuangan akan menuntunmu pada keberhasilan pertama, kedua, ketiga, dst. Belajar itu pelajaran setiap saat, terus belajar adalah prestasi paling tinggi setiap orang. Namun, yang paling penting adalah tidak melupakan di mana kita mengemban ilmu? Dari mana pengetahuan baru itu berasal? 

    Tidak boleh seperti kacang lupa akan kulitnya. Justru, Kang Ugi adalah sosok pembelajar yang juga selalu merindukan kacang untuk dilindungi. Dari Kang Ugi kita belajar bahwa pelajaran yang melekat dan mengingat serta berterima kasih kepada pengajar adalah bukti sukses memenangkan kompetisi.

    Fakta menariknya adalah Anugerah Pewarta Astra merupakan kompetisi pertama yang dijuarai oleh Kang Ugi. Tidak tanggung-tanggung, pertama kali juara langsung dari kompetisi bergengsi. Semua itu adalah buah dari usaha dan kerja kerasnya. 

    Kang Ugi berpesan untuk terus berusaha sampai berhasil, jika sudah berhasil tinggal bagaimana mempertahankan prestasi tersebut. Baginya, mengikuti lomba sama dengan menulis seperti biasanya. Kunci keberhasilan beliau adalah harus percaya diri dan jangan pernah sombong. 

    Beliau juga mengingatkan, bisa jadi keberhasilan kita karena memang bertemu dengan orang yang tepat dengan kita saat ini. Belum tahu dengan hari esok. Apa bisa mengulang keberhasilan, apa bisa mengulang momen. Makanya terus belajar, setiap waktu ada pelajaran berharga, walau satu kalimat.

    "Sedikit atau banyak, akan ada bagian dari tulisan kita yang menginspirasi, bahkan menguatkan orang lain."—Sugianto.

    Referensi: https://www.google.com/amp/s/www.cnnindonesia.com/ekonomi/20230228203930-97-919061/astra-umumkan-84-pemenang-lomba-foto-dan-anugerah-pewarta-2022/amp


    Profil:

    Nama: Sugianto
    Url blog: https://www.deevacollection.com
    Medsos:

    ● Instagram: https://www.instagram.com/kangsugiant
    ● Twitter: https://www twitter.com/kangsugiant0



    Kontributor : 
    Yuvina

    Author

    Nimas Achsani

    Parenting, pernikahan, finansial dan gaya hidup

    1. Masya Allah, ini tulisannya begitu mengalir. Enak sekali dibaca.

      BalasHapus