Pentingnya Tantangan Menulis

Posted by Labels: pada

Oleh: Nining Prasetyaningtyas

Menjalani aktivitas atau hobi menulis bagi sebagian orang adalah sesuatu yang tak mudah dilakukan. Mayoritas mereka berpikir, bahwa menulis memerlukan bakat terpendam yang hanya dimiliki oleh orang tertentu, seperti halnya seseorang yang berbakat menyanyi atau menari. Sehingga ujung-ujungnya, ada yang memutuskan berhenti di tengah jalan, saat sudah memulainya. Bisa jadi hasrat untuk menulis tersebut cukup besar, hanya saja tak cukup nyali untuk melakukannya. Bahkan ada pula yang tak pernah bergerak, meskipun sekadar mencobanya dengan berbagai alasan.

Padahal sebenarnya, menulis bisa dilakukan oleh siapa saja. Entah bagi yang sudah memiliki bakat di bidang tersebut, atau bahkan oleh orang yang awam sekalipun. Sebab sejatinya untuk bisa memulai menulis dan menghasilkan sebuah tulisan, tak cukup bermodal bakat. Akan tetapi diperlukan pula niat dan tekad kuat untuk terus menulis dan berlatih, serta mencari ilmu seputar kepenulisan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh calon penulis, untuk memulai serta mengembangkan kemampuan tersebut. Seperti misalnya: bergabung dengan komunitas penulis, mempelajari ilmu kepenulisan dari buku, berbagai tutorial, atau mengikuti pelatihan dari penulis yang sudah mahir di bidangnya. Tak jarang ada pula beberapa orang, yang memulai atau memelihara semangat menulis dengan cara mencoba berbagai tantangan. Di antaranya dengan mengikuti lomba blog, mengikuti event lomba menulis dalam satu komunitas, atau mencari pekerjaan yang memerlukan keahlian menulis.

Nah, apakah kamu termasuk salah satu orang yang harus melewati suatu tantangan demi memulai aktivitas menulis? Jika memang demikian, mengapa sebuah tantangan bisa menjadi salah satu cara jitu untuk mulai menulis?

Tantangan adalah Jalan Membangkitkan Semangat

Seperti halnya dalam sebuah perlombaan lari, tantangan dalam menulis juga berpotensi menumbuhkan semangat. Coba saja ketika kamu mencoba mengikuti satu lomba blog, atau lomba menulis lainnya. Tenggat waktu yang diberikan untuk penyelesaian tulisan, ditambah dengan adanya hadiah-hadiah menggiurkan, jelas akan membuat kamu bersemangat untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Dan bagi sebagian orang, tantangan menulis dengan tenggat waktu, ada kalanya memberikan sensasi tersendiri. Namun lain halnya ketika menulis hanya sebagai aktivitas mengisi waktu, maka menulis hingga tuntas hanya akan menjadi angan semata.

Berpikir Positif

Saat menantang diri sendiri untuk rutin menulis, maka kamu akan menjalani hari-harimu dengan selalu berpikir positif, serta melakukan lebih banyak lagi hal-hal bermanfaat yang berhubungan dengan aktvitas menulis. Seperti membaca, mencari referensi atau data yang diperlukan, untuk mendukung bahan tulisan. Jika menulis sudah rutin dilakukan sebagai sebuah tantangan, maka tak ada peluang waktu untuk berpikir dan melakukan hal-hal kurang bermanfaat.

Tantangan sebagai Jalan Meningkatkan Kemampuan Diri

Mengisi aktivitas harian dengan menulis, alhasil kemampuan diri pun akan semakin meningkat. Tak hanya di bidang menulis, namun juga di bidang lainnya. Katakanlah ketika mendapat pekerjaan menulis dengan tema keuangan, maka secara otomatis kamu harus mempelajari beberapa ilmu keuangan sebagai bahan tulisan. Atau ketika mencoba menulis fiksi, maka kamu pun harus belajar seperti bagaimana membuat penokohan, alur cerita dan sebagainya. Maka pada akhirnya kemampuan diri pun semakin bertambah, seiring dengan rutinnya menulis.

Tantangan selalu tak mudah untuk dijalankan. Tak sedikit yang menyerah sebelum pernah mencobanya dengan berbagai alasan. Namun ketika tantangan berhasil ditaklukkan, percayalah bahwa tak hanya ilmu dan kemampuan yang semakin meningkat, tetapi kepuasan diri pun akan didapat. Yuk, semangat!

Nining Prasetyaningtyas seorang ibu rumah tangga dan penulis, anggota dari komunitas ODOP batch 4 berdomisili di Surabaya. Akun FB Nining Prasetyaningtyas, IG @nining_annisa, blog: www.blogannisaprasetya.com, alamat email niningprasetya12@gmail.com
Posting Komentar

Back to Top