Bukan Untuk Menyerah

Posted by Labels: pada

Oleh: Chasanatul Abniyah

Bukan Untuk Menyerah

Kita hidup, sudah tentu dihadapkan banyak pilihan
Entah itu pilihan yang baik, atau pilihan buruk
Namun, janganlah larut dalam penyesalan
Karena sesungguhnya, perubahan itu datangnya pelan-pelan

Sepaket, antara berhasil atau gagal
Ya, semuanya adalah termasuk ujian
Untuk kita agar tak pernah larut dalam penyesalan
Untuk hidup lebih optimis dan hati kembali bersinar terang

Keadaan, jangan terlalu dipaksa untuk terus berjalan
Tapi, jalani semuanya dengan penuh kesabaran
Jalani kehidupan dengan langkah demi langkah
Dengan bersyukur atas berkah yang sudah banyak di terima

Satu perjalanan berawal dari sebuah langkah
Seuntai doapun berasal dari satu kata
Sebuah harapan adalah awal dari seikat semangat
Untuk sentuhan yang akan menghadirkan sebuah kehangatan

Memaafkan

Aku, adalah seorang pembelajar
Pembelajar dalam hal memaafkan seseorang
Atas kesalahan dan ucapan
Dan kekhilafan yang lainnya

Memaafkan, adalah penolong diri
Penolong atas rasa kecewa, marah dan juga benci
Penolong atas sakit hati
Yang mungkin akan melukai

Aku sadar, kemarahan semakin membuatku gelisah
Dengan tak bersusah payah membalaskan dendam kemarahan
Karena balasan terbaik adalah memaafkan

Yang terjadi
Saat aku berusaha memaafkan
Allah selalu membuatku lupa
Lupa akan kesalahan yang telah di lakukannya

Sekarang, aku akan lebih banyak mencoba
Agar hati menjadi lebih ikhlas
Agar hati terasa tenang dan lapang
Karena kemenangan terbaik adalah memaafkan

Kecewa

Kecewa sama manusia itu wajar
Namun jangan sampai kita lupa
Bahwa kita juga manusia
Yang sudah pasti bisa dan pernah dikecewakan
Bisa juga mengecewakan

Tak harus berjanji untuk sama sekali tidak mengecewakan
Karena manusia tidak ada yang sempurna
Namun kamu punya kontrol untuk mengecewakan seminimal mungkin
Bahkan, tidak mengecewakan sama sekali

Jika kamu bisa mengatur untuk menjaga perasaan orang lain, kenapa tidak?
Menjaga perasaan orang bisa
Tapi, menjaga perasaannya sendiri kapan?

Harusnya lakukan semaumu
Kapanpun yang kamu bisa
Tak perlu dibuat rumit

Karena kamu, akan tetap bisa menyayangi dirimu sendiri seutuhnya
Karena dirimu sendirilah yang punya kendali
Menjaga perasaan orang lain tak lantas membuatmu tak mampu menjaga perasaanmu sendiri

Karena ini, bukan tentang tabungan pribadi yang hanya bisa dianggarkan untuk satu hal
Karena kita bicara tentang bagaimana menyalin rasa
Bahwa rasa cinta yang kamu berikan pada sesama
Hakikatnya akan kembali kepada dirimu sendiri

Jika kamu merasa kecewa
Sesungguhnya kamu tak sendiri
Karena, hidup di dunia ini sangat kental akan kekecewaan
Namun jadikan dirimu untuk selalu memiliki kendali

Tentang bagaimana kamu mengolah rasa kecewamu itu
Entah dengan cara apa
Hanya kamulah yang bisa melakukan
Bukan orang lain
Bukan pula atas pengaruhnya
Karena semuanya, tergantung kendalimu

Chasanatul Abniyah dari ODOP batch 8, akrab disapa dengan nama Sasha, seorang ibu pembelajar yang selain membaca dan menulis juga memiliki hobi memasak. Lahir di kota bunga Malang. Ibu tiga anak ini mulai menuliskan cerita kesehariannya di blog sejak dua tahun terakhir dengan harapan apa yang dia tulis bisa bermanfaat untuk seseorang yang kebetulan membacanya. Silahkan mampir dan baca tulisan recehnya di www.bundaimut.com.

Posting Komentar

Back to Top