Teladan Kegigihan dari Narasi Gurunda

Diposting oleh Label: pada

Oleh: Naila Zulfa


Kesederhanaan yang harus selalu dijaga, karena kemewahan selalu membawa kita pada kelalaian.


Jika ada di antara kita yang malas membaca buku biografi karena seringkali terlalu berat dan serius, maka kali ini Narasi Gurunda hadir menawarkan biografi seorang tokoh dengan bahasa yang sederhana dan menyenangkan karena hadir dalam bentuk novel. Penulis menyebutnya novelisasi biografi.

Buku ini menceritakan seorang tokoh besar di kota Malang bernama Taufiq, lengkapnya KH. Ahmad Taufiq Kusuma, dari masa kecil hingga di usia senja beliau sekarang. Ada beberapa karakter kuat sang tokoh yang sengat ditonjolkan oleh penulis–yang juga putri dari sang tokoh–yaitu kesederhanaan dan kegigihan. Karakter ini muncul hampir di setiap bab cerita, yang tentu saja sangat patut untuk kita teladani.

Diceritakan bahwa Taufiq kecil hidup dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas. Meski demikian, saat teman-teman sebayanya gegap gempita menjadi pekerja pabrik yang waktu itu mendapatkan bayaran cukup besar, ia tidak terpikat. Ia teguh pada pendiriannya untuk terus belajar, mengejar apa yang menjadi mimpinya, tentu saja dengan terus membantu sang ibu yang berprofesi sebagai penjual kue di sela waktu luangnya.

Cerita terus bergulir, kegigihan dan kesederhanaan mewarnai kehidupan Taufiq hingga ia beranjak dewasa, yang menjadikannya seperti sekarang ini. Contoh kegigihan bukan hanya diceritakan terkait pendidikan, tapi hampir dalam semua aspek kehidupan, termasuk kegigihannya mendapatkan cinta yang halal dari seorang wanita yang didambakannya menjadi ibu dari anak-anaknya, Sri Herawati, serta restu dari orangtua sang wanita pujaan.

Pada bab ini, Jihan Mawaddah–Penulis–menceritakannya dengan sangat apik dan menarik. Kita dipaksa untuk terus membacanya karena rasa penasaran yang ditimbulkan. Bahkan di beberapa bagian cerita tentang wanita impian, menunjukkan betapa cerdasnya Taufiq muda. Ada cerita konyol tapi sangat cerdas yang membuat saya pribadi tertawa terkesima, perihal koper dan mahar pernikahan.

Secara keseluruhan Narasi Gurunda mengajarkan kita arti kegigihan, bekerja keras, bersungguh-sungguh dan laku sederhana serta untuk selalu kembali pada Allah yang menguasai segalanya. Melalui buku ini, kita diberikan bukti nyata bahwa kesuksesan bukan hanya milik orang-orang berpunya, tapi bagi mereka yang mau memperjuangkannya.

Judul buku : Narasi Gurunda
Penulis : Jihan Mawaddah
Penerbit : Wadah Baca Masyarakat Sanggar Caraka
Cetakan: Kedua, Februari 2020
Desain Sampul : MS Wijaya
ISBN: 978-623-92548-1-0
Tebal: 161 halaman

Naila Zulfa, ibu rumah tangga sekaligus buruh pabrik. Domisili di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Anggota Odop Batch 6.

1 komentar:

Back to Top