Cari Rezeki Lewat Resensi

Diposting oleh Label: pada

Oleh: Wakhid Syamsudin

Membaca dan menulis adalah pasangan yang tidak bisa dilepaskan. Jika kita gemar membaca, maka asupan keilmuan kita akan bertambah, sehingga ketika kita menulis maka apa yang kita pernah baca bisa jadi bahan referensi. Salah satu tulisan yang bisa kita hasilkan seusai membaca buku adalah resensi.Cara terbaik mengikat ilmu yang didapat.

Resensi adalah ulasan isi buku yang bisa kita simpulkan, hasil analisa kita tentang apa yang ingin disampaikan penulisnya kepada pembaca. Agar bisa menulis resensi dengan baik, kita harus membaca dengan seksama.

Resensi menjadi sumber rezeki

Benar, lewat tulisan resensi maka kita bisa menghasilkan uang untuk pemasukan kita.Bagaimana caranya? Yakni dengan mengirimkan resensi kita ke media massa, baik koran, tabloid, atau majalah, sebagai media cetak, maupun mengirimkannya ke portal media daring yang memungkinkan menayangkan tulisan resensi kiriman pengunjung.

Ketika tulisan kita memang laik dan lolos kurasi di media tersebut, maka penayangan atau pemuatannya akan diikuti dengan honorarium yang akan ditransfer ke rekening pribadi kita. Lumayan, kan? Rata-rata, honor cukuplah untuk mengembalikan uang yang kita gunakan buat beli buku yang sudah kita resensi.

Kiat agar resensi dimuat di media massa

Tidak semua resensi yang diterima oleh redaktur bisa dimuat begitu saja.Tentu mereka punya ketentuan-ketentuan yang jadi pijakan untuk melihat kelayakan tulisan kiriman pembaca.Ada beberapa kiat yang bisa jadi acuan para peresensi.

Secara umum kita harus menentukan dulu buku yang kita baca. Buku harus baru, dalam arti usia terbit tidak lebih dari setahun. Kalau sudah lewat 12 bulan terbit maka kemungkinan dimuat resensinya sangat kecil atau bahkan sama sekali tidak akan dilirik redaksi. Untuk itu, perlu kiranya selain menyertakan foto sampul buku, kita lampirkan juga foto halaman histori penerbitan buku, biasanya di halaman awal setelah halaman judul, yang di situ memuat informasi judul, penulis, penerbit, editor, ISBN, dan keterangan buku yang bersangkutan cetakan ke berapa dan cetak tahun berapa.

Selanjutnya, pelajari resensi yang dimuat di media tujuan.Berapa panjang tulisan dan seberapa dalam pembahasannya.Ada media yang hanya menerima tulisan dengan ulasan dalam, ada juga yang menerima resensi yang membahas isi buku pada permukaannya saja. Untuk koran, biasanya jatah ruang terbatas, maka harus bijak dalam hal panjang tulisan.

Untuk satu buku saya biasa meresensi lebih dari satu versi resensi.Misal kita buat 2 versi resensi, lalu mengirimkan ke dua media berbeda.Maka ketika satu media tidak memuat, kita masih ada harapan dimuat di media satunya.Lebih beruntung lagi, kalau bisa lolos keduanya.

Klaim reward buku baru

Selain honor, kita juga bisa mendapatkan buku baru dari penerbit yang bukunya kita resensi. Begitu dimuat, segera kirimkan bukti pemuatannya, baik dengan memfoto atau versi pdf atau epaper dari media tersebut. Kirim via email ke bagian promosi penerbit, dengan permohonan kerja sama resensi buku agar bisa dikirimi buku terbitan baru dari penerbit tersebut. Memang tidak semua penerbit menyediakan reward bagi penulis seperti ini.

Nah, bagaimana, apakah berminat meresensi buku untuk media? Yuk, mulai, taklukkan!

***

Wakhid Syamsudin ketua umum ODOP 2019.
Posting Komentar

Back to Top