Air Mata Nyai Bagendit

Diposting oleh Label: pada

Oleh: Reni NH

Air Mata Nyai Bagendit

Mencari butir-butir air mata milik perempuan beraroma bunga.
Kupungut jejak-jejak kakinya namun nihil tak kutemukan raganya.
Ke semak belukar dirinya menghilang.
Membawa hati yang mati setelah ribuan tahun menangis.
Aku rindu air matanya; Nyai Bagendit.

(16 Juli 2019)

Kasihku Pergi

Pucat pasi, wajahku tak secerah pagi.
Kembali menepi pada dinding sepi,
Rumah paman dan bibi Marni.

Aku tertimbun bahagiamu saja, kasih.
Kasih yang kucumbu dini hari.
Sebelum akhirnya pergi.

Sunyi kandang yang kutempati.
Tiada kopi saat pagi
Apalagi kecup di pipi.

Telah pergi, cintaku kini.
Terbawa ragamu yang tak kembali.
Kasih, kamu tak punya rasa belas kasih!
Aku termenung menyesap perih.

(17 Juni 2019)

Tidur Menuju Surga

Menuju kasur.
Mendengkur.
Terlelap.
Mati.
Ibu.

(16 Juli 2019)

Reni NH bernama lengkap Reni Nur Hidayati, member ODOP batch 5, tinggal di Jember, Jawa Timur.
Posting Komentar

Back to Top