Chania
Edisi 9/I/November 2019
Oleh: Dymar Mahafa

Kepada Sesal

Kepada sesal pekan lalu,
yang telah tega membunuh sang waktu.
"Lekaslah kembali kepada muaramu," adu hamba-Mu.
Kepada ragu yang kembali hantui asa dan esok lusa,
"Tak sudikah kiranya kau bunuh dirimu saja?"
Supaya tak lagi ada sumber mata air selain dari gunung,
yang begitu deras merundung lentik indah bulu matanya.
Kala Rau tak lagi selera menyantap purnama.

Kediri, 30 Oktober 2019

Apa Kabar, Takut?

Apa kabarmu, Takut?
Apa masih setia pada kemelut?
Hingga tak lagi ada yang mau berkawan denganmu.

Sudah berapa purnama sejak terakhir kita bercumbu?
Mengikat cerita menjadi buih,
membakar asa menjadi abu,
membunuh bahagia menjadi ragu.

Wajahmu ialah topeng semesta.
Semua muka memakaimu sebagai wajah kedua; atau ketiga?
Terserah saja.

Sejatinya dirimu memang terlampau dermawan,
ataukah mereka yang terlampau ciut untuk melawan?

Kediri, 30 Oktober 2019

Kegagalan Bukan Tabu

Kegagalan bukan tabu; hingga pelajaran berharga itu menjadi alasan untuk meragu.
Menyerah itu sebabmu; hingga gagal itu menjelma sembilu.

Kediri, 30 Oktober 2019

Dymar Mahafa penulis novel R.I.P (Rest In Promise) asal Kediri, Jatim. Ilustrator ngodop.com.

Komentar Pembaca

Ashima Meilla

Keren mbak Dymar

khofiyaarizki

sukaaak

atiqoh

baguuuuuus

Lilis Odiah

Bagus puisinya

Berikan Komentar