Chania
Edisi 8/I/Oktober 2019
Oleh: Heru Sang Amurwabumi

Salah satu cara mengukur progres kemampuan menulis kita adalah dengan ikut berkompetisi pada sayembara menulis yang pesertanya melibatkan penulis-penulis papan atas.

Banyak anggapan bahwa mustahil ada peluang bagi para penulis pendatang baru untuk mampu berbicara di perlombaan tersebut. Tentu saja anggapan ini salah. Terbukti pada beberapa sayembara menulis bergengsi tingkat nasional maupun internasional, beberapa pendatang baru justru tampil mengejutkan, mampu menyingkirkan nama-nama pendahulunya.

Apa saja kiat mereka? Berikut ini adalah lima jurus jitu menaklukkan sayembara menulis bagi penulis pemula.

Pelajari Profil Penyelenggara

Sebelum menulis dan mengirimkan naskah, sangat penting bagi kita untuk mengetahui profil penyelanggara lomba. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang seluk beluk instansi, komunitas, atau penerbit yang mengadakan perlombaan. Jika perlu, kenali juga profil dan karakter juri yang menjadi penilai. Suka ataupun tidak, gaya tulisan mereka akan berpengaruh terhadap subyektivitas penilaian naskah kita.

Salah satu contoh adalah even sayembara menulis yang masuk 5 besar festival sastra sedunia versi Telegraph UK, Ubud Writers & Readers Festival (UWRF). Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Mudra Saraswati, sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pemerhati seni, budaya, sejarah dan kearifan lokal. Sangat tidak pas kalau jenis tulisan yang kita kirim ke UWRF adalah cerpen romance pop dan cerita humor. Sebab mereka akan lebih mempertimbangkan tulisan-tulisan yang kental bergaya nyastra dengan muatan seni, budaya, sejarah, maupun kearifan lokal.

Sesuaikan Tema dan Tujuan

Beberapa panitia penyelenggara sayembara menulis biasanya telah menentukan tema perlombaan. Jangan sekali-kali mengirim tulisan di luar tema, kecuali kita menginginkan naskah akan berakhir di recycle bin komputer Dewan Juri.

Kenali juga tujuan penyelenggara. Beberapa instansi dan perusahaan akhir-akhir ini banyak yang mengadakan sayembara menulis, kebanyakan adalah nonfiksi. Meski ada beberapa yang memperlombakan puisi dan cerpen. Mereka melakukannya bukan tanpa tujuan.

Sebuah perusahaan pemilik produk tertentu, pasti tujuannya mengkampanyekan keunggulan produk tersebut. Jangan memuat kritik, apalagi cacian kepadanya. Begitu pula dengan instansi yang menyelenggarakan sayembara menulis, sosialisasi program unggulan pasti menjadi harapan mereka. Masukkan unsur gagasan kreatif dan konstruktif ke dalam tulisan kita.

Ciptakan Ide Tak Terduga

Mengangkat isu politik, konflik sosial, peristiwa aktual terkini adalah gagasan yang selalu mampu menarik simpati redaksi. Namun perlu dicatat, dalam sebuah even sayembara menulis, tidak menutup kemungkinan akan ada ratusan bahkan ribuan naskah yang sama-sama mengangkat isu seperti itu.

Lalu, bagaimana menyiasatinya?

Berikan eksekusi yang tak terduga, mengejutkan ketika mengangkat isu-isu tersebut. Lakukan ekperimen dengan memainkan alur, penciptaan karakter tokoh, dan ending di luar kebiasaan penulis pada umumnya.

Perbanyak Riset

Setelah kita menemukan sebuah gagasan yang mengejutkan, berarti satu langkah kita sudah menuju kemenangan. Langkah selanjutnya adalah mengeksekusi gagasan tersebut ke dalam tulisan yang memiliki jiwa.

Jiwa dalam sebuah tulisan yang dimaksud adalah muatan informasi dan pesan moral yang terkandung di dalamnya. Di sinilah letak kunci kemenangan. Kunci itu bisa didapatkan jika tulisan kita didukung data yang kuat. Maka lakukanlah riset dengan menggali informasi sebanyak mungkin.

Jangan Menyerah

Bangkit dari kegagalan adalah motto lama yang tetap patut kita pegang. Jika naskah yang kita kirim ke sebuah even sayembara menulis belum mampu menaklukkan Dewan Juri, lakukan evaluasi kepada tulisan tersebut. Pelajari kembali, di mana letak kekurangannya? Edit lagi, riset lagi, lalu edit kembali.

Banyak even sayembara menulis yang diadakan rutin setiap tahun. Kirimkanlah naskah yang gagal sebelumnya, tentu setelah melalui proses evaluasi dan editing ulang. Jangan lelah untuk mengikuti even yang sama, meskipun berkali-kali kita gagal.

Selamat mencoba.

Heru Sang Amurwabumi, penasehat Komunitas Menulis ODOP, finalis 6 besar Sayembara Sastra Bunga Tunjung Biru 2019, penulis emerging terpilih di Ubud Writers & Readers Festival 2019.

Komentar Pembaca

Jihan

Terimakasih tipsnya Kang Heru. Mudah-mudahan keberanian buat ikut kompetisinya bukan cuma setelah baca ini. Hehe

Vinny

Tips yang sangat saya butuhkan ini, Mas... Terima kasih banyak. Sukses selalu...

Izin sy share di fb ya?

Nio Z

🙏 Terima kasih ilmunya, membuat saya bersemangat menembus batas

Lilis

Matursembahnuwun sharingnya, Cak ... Semoga saya bisa menulis dg baik😊🙏

Ibrahim

Santapan manteeep banget ini mah buat makan Siaang... termotivasi nih gue. ehe

Ashina Meilla Dzulhijjah

Terimakasih tipsnya kak, bermanfaat sekali

Amanda Linhan

Terima kasih infonya yaa

Andri (akhybrewok)

Siap Di terima informasinya Copy

Eko Endri Eiyono

Mantap #semangat

Novita

Terimakasih tipsnya kak

Novita

Terimakasih tipsnya kak

Sulis

Terima kasih infonyakak

atiqoh

terima kasih sekali, sangat informatif :) Noted!

khofiyaa rizki

masyaallah. faedah nih kang heru, barokallah.. terima kasih sudah berbagi

Anne

Mantap tulisannya. Sangat bermanfaat!

Denik

Keren..ya tipsnya ya penulisnya

Sari

Wah..perlu dipraktekkan ini..mantap

Berikan Komentar