Chania
Edisi 8/I/Oktober 2019
Oleh: Rindang Yuliani

Serupa Batu Karang

Serupa batu karang
Hidupmu cadas, gersang, lagi asing
Mereka yang dekat muak
Salah ada di pori-pori tubuhmu

Serupa batu karang
Hidupmu sulit, jerih, pilu
Ketaksempurnaan bertahta mengisi hari
Binar ceria lusuh di matamu

Serupa batu karang
Ombak tak puas mendeburmu
Langit tak berhenti menghukummu
Hidupmu diguyur malapetaka

Serupa batu karang
Kautegar, tak oleng
Bahagiamu ada, hanya tak terbayang
Doaku ada bunga di ujung hari menantimu

Emosi-emosimu

Hujan emosi mengguyur badanmu
Kamu menggigil gila
Menampilkan sisi selainmu
Ketuk palu serupa kilat cahaya
Di bawah derai amarah
Emosi meluluhkan sabarmu
Keluhmu memburai, membekap anggun
Retaklah sudah purna
Emosi-emosimu membungkamku

Tali-tali Enggan

Mengapa enggan sering hadir
Aku tak undang, aku tak mau
Tapi jika ia datang aku rindu

Hariku pendek
Dijerat tali-tali enggan
Mata menutup rapat
Tubuh rebah lemah enggan

Sedang kewajiban banyak menanti
Juga target membumbung tinggi
Aku kalah dengan enggan

Rindang Yuliani anggota ODOP Batch 6, tinggal di Barabai, Kalimantan Selatan

Komentar Pembaca

Ibrahim

Keren diksinya . makan apa sih Kak? hehe pasti dengan ringan di jawab, nasi.

Ashima Meilla Dzulhijjah

Keren ka puisi nya, diksinya bagus sekali

Eko Endri Wiyono

Mantap #semangat

Sulis

Bagus puisinya:))

Sulis

Bagus puisinya:))

khofiyaa rizki

kak apa yaa tipsnya bisa punya perbendaharaan fiksi yang masyaallah? :) sukses terus kak

atiqoh

waaah bagus sekali pemilihan katanya dari bait ke bait :)

Anne

Bagus sekali puisinya

temansenja.com

Diksinya menggugah sekali, jelas, padat, gagah, cakep .... hehe

Erlina Siahaan

Kerrennn

Berikan Komentar